Senin, 30 November 2015

Kuliner

Profil Usaha
            Kerak telor Babeh, Babeh berasal dari Jakarta. Babeh mulai berjualan Kerak telor pada tahun 2005, atau tepatnya sudah 10 tahun berjualan Kerak Telor. Babeh biasa berjualan di daerah Setu Babakan, dan Babeh juga menerima pesanan-pesanan. Dalam menjualkan Kerak telornya. Dalam kesehariannya, Babeh mulai berjualan sekitar pukul 9 pagi dan selesai berjualan sekitar pukul 5 sore.
            Babeh membuat sendiri dagangannya. Bahan baku utama Kerak Telor adalah Telur bebek, Beras ketan, Kelapa Basah, Ebi (udang kecil), dan untuk pembuatan bumbunya menggunakan kunyit, daun jeruk, daun salam.
           
Untuk mempertahan kuliner ini, Babeh berusaha untuk menjual terus barang dagangannya, sebab jika bukan kita sendiri yang melestarikan kuliner ini, siapa lagi ? Babeh juga biasa dibantu oleh anak-anaknya.
           




Proses Pembuatan
Proses Pembuatan:
                        Cara Membuat Kerak Telor Khas Jakarta Gurih dan Enak :
  1. Siapkan penggorengan(wajan), panaskan minyak, lalu tumis bumbu-bumbu yang sudah dihalus hingga keluar aroma harum.
  2. Rendamlah beras ketan putih dengan air selama semalam, lalu tiriskan.
  3. Siapkan lagi wajan cekung. Masukkan 1,5 sdm beras ketan putih. Tuangi dengan 3 sdm air sisa rendaman beras ketan. Biarkan bahan hingga setengah kering.
  4. Kocoklah campuran bahan sebutir telur bebek, 1/2 sdt bumbu yang telah dihaluskan, 1/2 sdt ebi (udang kering yang diasinkan), 1/2 sdm bawang merah goreng, 1/8 sdt garam, dan 1 /8 sdt gula pasir.
  5. Tuangkan campuran bahan di atas ke dalam ketan. Aduklah sambil diratakan di dalam wajan. Diamkan hingga matang sambil ditutup. Balikkan wajan penggorengan menghadap ke bawah di atas bara api. Tunggu hingga matang, alu angkat.
  6. Taburi dengan kelapa yang telah disangrai dan bawang merah goreng.
  7. Kerak Telor Khas Jakarta siap disajikan,


Hambatan dalam Berbisnis
Dalam menjalankan bisnisnya sejak tahun 2005 menurut Babeh dia sering menemukan hambatan seperti Preman, biasanya ada saja premen yang meminta duit rokok kepada dia saat dia mangkal di suatu tempat. Karena Babeh juga telah berusia lanjut, hambatan yang biasanya adalah sering jatuh sakit, namun digantikan oleh anak-anaknya.
Hambatan lain saat ini adalah makin banyaknya penjual Kerak Telur di daerah tersebut yang menyebabkan terkadang barang dagangannya jarang dilirik oleh orang-orang. Dari masalah itu muncul lagi masalah baru yaitu bekurangnya pendapatan Pak Eman. Masalah lainnya Pak Eman tidak memiliki kemampuan dalam suatu bidang tertentu yang menyebabkan Pak Eman tidak bisa beralih profesi.







        Perkembangan Usaha
Dalam perkembangannya usaha Kerak telor tidak memiliki banyak perkembangan yang berarti bahkan tidak ada perubahan sejak dari awal. Dari awal hingga sekarang Babeh masih mengandalkan kiosnya untuk jualan di daerah Setu Babakan lebih tepatnya di Kampung Betawi.
Hal ini disebabkan kurangnya modal Babeh untuk bisa mengembangkan usahanya. Karena pendapatan Babeh sehari – hari hanya cukup untuk menafkahi keluarga dan sulit untuk bisa menabung apalagi untuk mengembangkan usaha Kerak Telurnya.
Harapan Babeh, dia ingin bisa mengembakan usahanya lagi apabila memiliki modal suatu saat nanti dan dia ingin Kerak Telurnya tetap ada dan tidak hilang karena perkembangan zaman.

     
           

           





Tidak ada komentar:

Posting Komentar